Sabtu, 18 Juli 2020

Menulis Bukan Sunah Rosulullah?

Menulis Bukan Sunah Rosul? 

Halo temen-temen….

Assalamualaikum….

Pasti tahu dong salah satu sifat nabi kita tercinta Rosulullah Muhammad SAW. Eits… tapi bukan empat sifat wajib bagi rosul lo ya. Ini sifat yang khusus dimiliki Rosulullah. Itu setahuku si. Jadi Rosulullah Muhammad SAW itu Allah sifati dengan sifat Ummi. Artinya tak bisa baca tulis. Pernah dengar juga kalau Ummi itu sifat keibuan. Yang mana sifat ibu-ibu itu tak bisa baca tulis. Tapi entahlah, perlu baca tulisan tentang itu lagi. Okey, cukup dulu mbahas arti Ummi. 

Jadi kesimpulannya, apakah berarti tidak bisa membaca dan menulis itu sunnah Rosulullah? Kalau ada yang jawab iya. Goblok yakin. (Sorry, bahasanya kasar). Lawong Allah saja perintahkan manusia untuk Iqro’ (red:bacalah) dan Roulullah saja memerintahkan kita Utlubul ilma (red: mencari ilmu). Dan salah satu jalan  mencari ilmu itu ya membaca.

Terus gimana dengan menulis? Nah ini nih yang mau dibahas. Rosulullah memang tidak bisa menulis. Tapi beliau tidak melarang untuk menulis. Bahkan beliau punya asisten untuk menuliskan sesuatu, salah satunya ayat Qur’an dan salah duanya surat-surat ajakan masuk islam kepada para pembesar kerajaan. Asisten utamanya (ini hanya pandanganku alias opini) adalah Sahabat Ali Karomallahu wajhah. Beliaulah babul ilmi (Red:pintunya ilmu). Rosulullah pernah bersabda “Ana madinatul ilmi, wa Ali Baabuha” artinya Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya. Gimana setuju nggak kalau Shabat Ali asisten utama rosulullah? Hehehe becanda.

Okey, lanjut yak…

Sekarang dari salah satu kitab monumental bagi santri. Apa itu? Kitab Ta’lim Muta’alim karya Syekh Azzarnuji. Gimana pandangan beliau tentang menulis? Kali ini perlu buka kitabnya nih, walau terjemahan , tak apa yak. Begini kata beliau 

“Dan sayogyanya, bagi seorang penutut ilmu itu mencatat hasil pengajian dari gurunya setelah ia menghafalnya, kemudian mengulang-ulanginya berkali-kali karena hal itu sangat bermanfaat” 

Gimana, jelaskan kalau menulis itu manfaatnya bagus banget. Kalau kata bijak mah gini “gajah mati meninggalkan gading, manusia wafat meninggalkan karya”. Mantab kan.

Cukup mbahas seiusnya nih. Lanjut bahasan yang ngalir. Gini ya. Niatku nulis ini adalah biar temen-temen termotivasi buat nulis. Bener dahh, nulis tu penting dan ada manfaatnya.  Aku contohin nih, coba bayangin Qur’an tuh nggak ditulis? Whats happen? Iyah, betul kali. Bisa-bisa Qur’an terlupakan gaes. Tapi kan ada hafidz hafidzoh? Lah, para hafidz hafidzohkan hafalannya kan dari tulisan bro. Iyakan. La iya.

Contoh lain nih, misalkan ilmu-ilmu itu nggak ditulis dan dibukukan? Apa yang terjadi pemirsa. Iyak, mau belajar apa kita disekolah?. Nah , sekarang kalau buat organisasi tuh apa manfaatnya? Dengan menulis, karya tulis kita akan dibaca oleh penerus kita dimasa depan temen-temen. Dan kemungkinan terbesar, kita bisa menginspiratif penerus kita itu. Khoirunnas ‘anfa’uhum linnas. 

Tak masalah ada yang baca apa nggak. Yang penting adalah ada tulisan yang kita buat dulu. Okey, sekalian mau shering ah,,,. Jadi gini, aku tuh dari dulu pengen bisa nulis. Aku kagum dah sama orang-orang yang udah punya karya tulis. Misal cerpen, berita, novel, puisi dll. Jujur ya, aku pernah berkali-kali dilatih buat jadi jurnalistik. Yang tugasnya cari berita, menulisnya, terus melaporkannya. Halah, kayaknya ribet banget menurutku. Sampai sekarang belum juga termotivasi buat nulis berita. Belum nemu motivasi yang tepat.

Lanjut, lama tak mengaplikasikan pelatihan-pelatihan jurnalistik dulu, ya kahirnya nggak nulis apa-apa. Kagak ada dorongan blas. Paling kadang-kadang tiba-tiba pingin nulis motivasi, eh paling sehalaman stop. Dan cuma nganggur di laptop. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan orang-orang yang hobi baca dan nulis. Wih, mantab dah. Baru-baru ini si. Akhirya aku coba-coba nulis lagi deh. Kebanyakan ya opini kaya gini. Ngungkapin isi pikiranku yang biasanya numpuk banyak hal tapi susah dikeluarin. 

Buat temen temen semua yang pingin bermanfaat bagi banyak orang, dan punya keahlian menulis. Atau minimal udah punya keinginan bisa nulis. Ayo deh, segara tulis apapun yang kamu suka. Jangan minder. Please jangan terlalu rendah diri.. Udah itu dulu yak. Selamat menulis. 

Wassalamu’alaikum….

Salam pelajar…..

 

Penulis : M.Misbachul Munir

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Macam-macam Mahasiswa

 Sebagai golongan manusia, mahasiswa memiliki karakter yang berbeda-beda. Mereka tumbuh dilingkungan berbeda, mereka belajar dilingkungan be...