Berawal dari para mahasiswa biasa yang kuliah di jurusan PGSD UNNES. Mereka bergabung dengan PKPT IPNU IPPNU UNNES, yaitu kepengurusan IPNU IPPNU yang ada diperguruan tinggi Universitas Negeri Semarang. Terbentuk sejak tahun 2001. Mereka aktif di departemen masing-masing, salah satunya Kaderisasi, yaitu departemen yang mengurusi pengkaderan. Suatu inisiatif muncul untuk membuat perhimpunan yang serupa di PGSD, agar kader IPNU IPPNU dari jurusan PGSD bisa berjuang di lingkungan kuliahnya sendiri. Tidak mondar-mandir dari kampus PGSD ke Pusat. Karena jarak antara kampus PGSD dengan kampus UNNES pusat cukup jauh. Kampus PGSD ada di Ngaliyan sedangkan kampus pusat ada di Gunung Pati.
Inisiatif tersebutpun diusulkan dalam forum dan akhirnya disetujui. Maka kemudian terbentuklah AKPT Gusdur atau Anak Komisariat Perguruan Tinggi Abdurrahman Wahid. Waktu itu masih sekedar perkumpulan mahasiswa NU yang ingin melestarikan amalan-amalan khas warga Nahdliyin, seperti tahlil, maulid albarzanji, dll. Meski hanya sekedar perkumpulan, namun sudah memiliki koordinator tetap. Waktu itu koordinator pertamanya adalah Rekan Ari Ramdani dan Rekanita Dwi Lestari. Karena sifatnya masih menganak ke PKPT UNNES, maka AD/ART dan kegiatan-kegiatanya masih bergantung keputusan PKPT.
Baru kemudian, pada tahun 2017. Mulailah dibentuk kepengurusan semi resmi yang terdiri dari ketua dan departemen-departemennya. Waktu itu terpilihlah Rekanita Iswatun Hasanah sebagai Ketua AKPT IPPNU Gusdur. Sedangkan ketua AKPT IPNU Gusdur masih tetap dipegang Rekan Ari Ramdani. Pada periode ini mulai dibentuk program kerja secara mandiri. Mulai dari pengenalan IPNU IPPNU ke mahasiswa di PGSD secara umum, kegiatan mengaji kitab kuning dll. Bisa kita lihat poster-poster kegiatan periode ini di akun instagramnya yaitu @ipnuippnu_pgsdunnes1.
Ditahun 2018, tepatnya pada tanggal 21-24 desember bertempat di kota yang terdapat Makam Sunan Gunung Jati, yaitu Cirebon. Dilaksanakanlah Kongres IPNU IPPNU XIX. Pada kongres tersebut dihasilkan keputusan bahwa PAKPT atau Pimpinan Anak Komisariat dapat berdiri di perguruan tinggi. Namun yang disetujui secara resmi baru PAKPT IPPNU. Sedangkan PAKPT IPNU belum resmi tercantum dalam AD/ART IPNU IPPNU. Meski begitu, di perguruan tinggi UNNES tetap mendirikan PAKPT IPPNU dan IPNU. Sehingga terbentuklah tiga PAKPT, yaitu PAKPT IPNU IPPNU Hasyim Asy’ari, PAKPT IPNU IPPNU Wahab Hasbullah dan terakhir PAKPT IPNU IPPNU Abdurrahman Wahid. PAKPT Abdurrahman Wahid inilah yang berdiri di PGSD. Menjutkan nama AKPT Gusdur.
Diperiode berikutnya, yaitu tahun 2018-2019 maka diresmikanlah PAKPT IPNU IPPNU Abdurrahman Wahid berdiri di PGSD. Dengan diadakannya RAAK (Rapat Anggota Anak Komisariat) pada tahun 2019 yang dihadiri langsung oleh dosen-dosen NU, salah satunya adalah Kepala Jurusan PGSD sendiri, yaitu Bapak Isa Ansori. Acara berjalan lancar kemudian dilanjutkan pembahsan AD/ART untuk satu tahun kepengurusan kedepan.
Pada peirode ini terpilihlah Rekan Maulana asal Kendal sebagai ketua PAKPT IPNU Gusdur dan Rekanita Nafsiatul Izzah asal Rembang. Pada periode ini pula banyak kader yang bergabung ke tubuh kepengurusan PAKPT IPNU IPPNU Abdurrahman Wahid. Sehingga program-program kegiatan semakin gencar diadakan sehingga semakin meluas dan dikenal oleh para mahasiswa dan dosen.
Kepengurusanpun berlanjut dengan diadakanya RAAK yang kedua pata Tahun 2020. Sama seperti RAAK yang pertama, RAAK yang kedua ini dihadiri oleh para dosen NU terutama Kajur PGSD dan pembina Rohis yaitu KH Busyairi harits yang sekaligus pengasuh Kanzus Sholawat II Semarang. Pada RAAK ke 2 tersebut, terpilihlah Rekan Muhamad Misbachul Munir asal Batang dan Rekanita Yusrizki Wijayani yang juga sama-sama asal Batang sebagai ketua PAKPT IPNU IPPNU Abdurrahman Wahid PGSD FIP UNNES. Melanjutkan roda organisasi untuk melestarikan amalan-amalan Islam Ahlussunnah Waljama’ah ala NU dilingkungan PGSD UNNES.
Dengan ditulisnya sejarah singkat berdirinya PAKPT IPNU IPPNU Abdurrahman Wahid ini, harapannya bisa menginspirasi kader-kader IPNU IPPNU dimanapun berada. Selain itu juga semoga dibaca oleh para kader penerus PAKPT Gusdur, sehingga menambah ghiroh kesemangatan untuk belajar, berjuang di PAKPT Gusdur tercinta. Hingga mendapat predikat taqwa di sisi Allah SWT. Demikian tulisan sejarah ini, masih banyak yang belum terungkap sejarah awal berdirinya PAKPT. Semoga saja kedepannya kami bisa menggali lebih dalam, menanyakan kepqda para kader yang menjadi pelaku sejarah.
Penulis :
Tim Jurnalistik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar